Apa yang Membuat Furnitur Modern Berbeda dari Furnitur Klasik?

 

Perbedaan antara furnitur modern dan klasik tidak sulit untuk dikatakan. Perbedaan pertama adalah ukurannya. Furnitur klasik tidak dibuat untuk rumah atau apartemen kompak. Mereka dibuat agar sesuai dengan ruangan besar. Kursi klasik dapat dengan mudah menampung dua orang dengan relatif nyaman. Namun, jika dua orang mencoba duduk di kursi modern, itu mungkin akan pecah.

Furnitur klasik berukuran besar, berat, dan terbuat dari kayu solid. Kayu yang digunakan dalam furnitur klasik berwarna gelap. Bantal, kursi, dan kasur di masa lalu diisi dengan bulu kuda atau kapas. Sutra dan katun adalah kain yang digunakan dalam furnitur klasik.

Furnitur modern ringan dan terbuat dari berbagai bahan. Besi tempa telah menjadi sangat populer dalam pembuatan furnitur rumah modern. Kayu berwarna terang seperti Pine juga digunakan secara luas dalam pembuatan furnitur modern. Sebagian besar furnitur rumah modern menggunakan kayu berwarna terang.

Kemudian kayu laminasi, chipboard juga digunakan dalam furnitur kontemporer. Bahan-bahan ini digunakan secara luas dalam pembuatan perabot kantor kontemporer, lemari dapur, dan lemari pakaian.

Bahan yang toko sofa di Jogja sama sekali berbeda yang digunakan secara luas dalam furnitur kontemporer adalah plastik dan kaca yang diperkuat. Anda dapat memiliki meja berlapis kaca yang diletakkan di atas bola kaca atau vas keramik yang diperkuat atau dengan dasar baja atau besi. Kursi plastik umum di lounge dan ruang tunggu di bandara. Penggunaan plastik dan kaca menjadi cukup luas dalam pembuatan furnitur kontemporer. Beberapa furnitur plastik diberi warna kayu terang agar tampak seperti kayu.

Sejumlah kain baru sekarang digunakan dalam pembuatan furnitur kontemporer. Poliester dan kain buatan lainnya digunakan secara luas. Penggunaan katun, sutra, dan bahan tirai tebal lainnya telah menjadi usang dan ketinggalan zaman. Perubahan mencolok lainnya pada furnitur kontemporer adalah warnanya. Besi tempa berwarna abu-abu kusam, biru atau hitam. Kemonotonan dapat dipecahkan oleh baja, krom atau kuningan. Kayunya ringan dan warna kainnya mungkin cerah. Furnitur klasik tua memiliki warna dasar putih atau krem. Warna kain furnitur modern berkisar dari putih hingga hitam dengan warna-warna cerah yang dicampur dengan riang. Ungu, biru cerah, merah pemadam kebakaran digunakan dengan pengabaian gay. Selain itu, desain pada kain telah sangat berubah. Dari motif bunga, atau burung, atau buah-buahan, desainnya beralih ke garis-garis zebra.

Furnitur modern http://safarajogja.com/ lebih cerah, lapang, dan lebih ringan dari furnitur klasik. Merawat furnitur kontemporer juga cukup mudah seperti merakit dan membongkarnya. Ada pembersih, pemoles, dan penghilang noda yang membuat furnitur kontemporer tetap terlihat baru.

Furnitur modern didesain lebih ergonomis. Kursi tidak bersandar lurus, dan bantal lebih nyaman. Perbedaan terbesar adalah furnitur modern tidak formal dan kaku.

Furnitur modern lebih nyaman dan mudah dipasang di rumah yang lebih kecil. Beberapa perabot modern sangat mengagumkan dalam desainnya. Mereka adalah sebuah karya seni. Beberapa pola geometris yang digunakan dalam furnitur modern cukup banyak. Sangat mudah untuk membedakan antara furnitur klasik dan modern hanya dengan melihatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *